24 C
id

Begini Kondisi Waduk Penjalin Saat Pandemi

Sebelumnya kita sudah berkunjung ke Puncak Sakub, sekarang geser kebawah sebuah kolam besar. Siapa yang tak kenal Waduk Penjalin, yang terletak di Patuguran, desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Waduk peninggalan Belanda ini masih menjadi primadona wisata di Brebes Selatan. Beberapa pelajar STM mengenang Waduk Penjalin sebagai destinasi bolos sekolah atau mengisi kebersamaan saat class meeting usai UAS. 

Pada bulan Juni, pantauan kami mengunjungi Waduk Penjalin nampak sepi. Sebagian orang bermasker dengan benar dan sebagian tidak. Kondisi parkiran lengang, sehingga bisa dipakai untuk futsal. Untuk menuju akses wisata, pintu utama masih digembok. Pengunjung melalui celah pagar. Untuk BB dibawah 70kg masih bisa melewati, kalau yang berlebih baiknya diet dulu hehe.

Waduk Penjalin, Paguyangan
Fotografer by Andi Hermanto (Bumiayu)

Anak tangga yang berwarna-warni itu masih cerah dan bergapura. Perahu kayu dan dayung tak ada yang beroperasi. Pagar besi melingkari waduk dengan baik. Sedang pintu ke waduk langsung juga masih digembok. 

Terlihat beberapa orang memancing dan menikmati dibibir waduk. Mereka bisa melompat pagar yang tak begitu tinggi dan yang berbadan kecil bisa melewati celah pagar. Terlebih dekat dengan bangunan menara waduk baru yang miring itu. Ada anjungan yang menjorok ke Waduk. Di sinilah banyak pengunjung yang duduk mengayun-ayunkan menatap air sambil berbincang.

Tugu Miring, Waduk Penjalin, Paguyangan
Fotografer by Andi Hermanto (Bumiayu)

Sedang, pada bulan Januari pantauan kami mengunjungi Waduk Penjalin nampak sepi. Akses pintu utama masih tutup, sayang pintu pagar ke arah waduk langsung dirusak orang gila, ini menurut penuturan pemilik perahu dayung (getek). Biaya perorang menaiki getek sebesar 15K, rutenya lumayan jauh melingkari menara besi. 

Dan pagar didekat menara miring waduk Penjalin juga satu jarinya dirusak orang  yang tak bertanggung jawab. Jadi, pengunjung bisa dengan leluasa keluar masuk. Termasuk untuk penjual yang berjualan di bawah menara dan pengunjung dipagar area waduk. Penjual hanya sedikit, gelembung sabun dan kupat tahu yang mangkal. Selebihnya penjual keliling dengan motor yang mencoba keberuntungan.   

Fakta diatas memang berdasar yang ada di lapangan. Lepas dari itu tetaplah menjadi orang yang baik, mamatuhi protokol kesehatan, tidak berbuat vandal dan anarkis. Mengurai penat dengan piknik memang tak apa, namun di masa pandemi baiknya menaati 3M,yaitu menggunakan masker dengan benar, sering mencuci tangan diair yang mengalir serta menggunakan sabun dan menghindari kerumunan.

Kolom Penulis

Kolom Penulis merupakan kategori khusus untuk para warga atau Sedulu Bumiayu dan Brebes Selatan untuk bisa menampilkan tulisannya di Blog kami. Panjenengan bisa mengkirimkan artikel melalui No. WhatsApp Bumiayuku agar bisa ditampilkan disini. Artikel panjenengan harus Orisinal tentunya, agar Blog kami tidak dianggap oleh SPAM oleh Google. 

Silahkan kirim artikel terbaik kamu untuk kami muat di Blog Bumiayu.Net

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Admin
Admin Bumiayu merupakan kota kecil dimana saya dibesarkan. Perjalanan hidup ini tentu tidak akan melupakan semua jejak yang tertinggal di kota Bumiayu. Pernah menjelajahi seluruh desa di Kec, Salem adalah jejak yang luar biasa selama tiga tahun lamanya.

Posting Komentar

Ads Single Post 4