Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KRISIS AIR BERSIH DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA AIR DI INDONESIA

Sumber daya air sangat dibutuhkan oleh setiap makhluk hidup demi kelangsungan hidupnya. Akan tetapi krisis air sedang melanda sejumlah benua di dunia. Bahkan benua Asia yang mempunyai curah hujan yang cukup tinggi masih saja dilanda wabah kekeringan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu pemanfaatan sumber daya air harus dilakukan dengan bijak, misalnya dengan konservasi sumber daya air.

Apa itu konservasi? Konservasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk melestarikan lingkungan namun tetap memperhatikan manfaat yang didapat dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk dimanfaatkan di masa mendatang. Jadi, konservasi sumber daya air adalah upaya mengelola sumber daya air yang dilakukan secara bijak dengan memperhatikan manfaat yang didapat serta mempertahankan komponen penyusunnya agar dapat dinikmati di masa mendatang. Air hingga saat ini menjadi kebutuhan pokok manusia maupun makhluk hidup lainnya. Maka dari itu perlu dilakukan upaya untuk konservasi sumber daya air agar digunakan secara efisien dan masih dapat dinikmati di masa mendatang.

Konservasi Sumber Daya Air
Image from Pixabay


Hampir 70% wilayah di bumi adalah perairan tapi hanya 2,5% bagian yang merupakan air tawar yang kemungkinan dapat dikonsumsi dimana 1/3 bagiannya berupa es. Jadi, hanya sekitar 1% air yang benar-benar dapat dikonsumsi. Padahal populasi penduduk di muka bumi ini ada lebih dari 6 miliar jiwa. Dari fakta ini, sudah jelas bahwa konservasi air sangat diperlukan.

Indonesia adalah negara tropis yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Penghasilan mereka sangat bergantung pada hasil panen yang sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Sektor pertanian adalah salah satu sektor yang paling rawan terkena dampak perubahan iklim. Perubahan iklim akan menyebabkan perubahan pola curah hujan, kenaikan muka air laut, kenaikan suhu udara, dan peningkatan kejadian ektrim berupa banjir dan kekeringan yang sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian. Bencana banjir dan kekeringan ini akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas komoditas pertanian serta keragaman sumber daya lahan dan air.

Indonesia mengalami dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan di Indonesia berlangsung antara bulan Oktober sampai bulan Februari, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Maret sampai bulan September. Di antara dua musim ini ada masa peralihan yang disebut dengan musim pancaroba, dimana pada musim pancaroba biasanya akan banyak wabah penyakit seperti flu, batuk, dan sebagainya.

Musim kemarau disebabkan oleh pergerakan angin muson timur yang melewati Indonesia. Proses angin muson ini adalah angin dari belahan bumi utara, yang mana menyebabkan benua Australia dalam keadaan dingin sehingga tekanannya maksimum. Hal ini menyebabkan benua Asia dalam keadaan panas, sehingga tekananya minimum. Keadaan musim kemarau ini sangat erat kaitannya dengan curah hujan yang sangat kurang, yakni hanya 360 milimeter per tahunnya.

Indonesia saat ini sedang dilanda berbagai bencana yang disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan, misalnya kekeringan, kebakaran hutan, gagal panen, dan sebagainya. Kekeringan ini hampir terjadi di seluruh wilayah di Indonesia sejak bulan Juli sampai Oktober 2019, dimana puncaknya terjadi pada bulan Agustus 2019. Pemerintah memprediksi musim kemarau tahun ini akan mengakibatkan 48 juta jiwa terancam kekeringan di 28 provinsi. Kemarau tahun 2019 ini lebih kering daripada tahun 2018.

Dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan ini misalnya adalah kekeringan. Kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Indonesia menimbulkan banyak dampak misalnya krisis air bersih. Sumur, sungai, waduk, dan sumber mata air pegunungan mengering, menyebabkan kebutuhan air bersih tidak tercukupi. Banyak warga yang rela mengeluarkan lebih banyak uang bahkan ada juga yang rela mencari air bersih hingga berkilo-kilo meter jauhnya dari rumah mereka. Selain dampak krisis air bersih, dampak lain yang ditimbulkan oleh kekeringan adalah lahan pertanian yang mengering sehingga menyebabkan gagal panen. Fenomena gagal panen ini akan berdampak lanjut pada masalah naiknya harga bahan pangan. Wilayah Indonesia yang merupakan wilayah dengan iklim tropis yang sebenarnya sangat mencukupi ketersediaan air. Ketika musim hujanpun air melimpah. Namun, karena adanya modernisasi dan kemajuan teknologi akhirnya banyak dibangun gedung dan bangunan baru dengan cara membuka lahan baru. Hal ini malah menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga air tanah menjadi berkurang.

Peran pemerintah dalam memenuhi ketersediaan air bersih dan konservasi air berkelanjutan.


Pemerintah bertanggung jawab dalam menjamin ketersediaan air bagi masyrakat, hal ini telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air merupakan salah satu undang-undang yang dibuat untuk mengaturnya. Secara umum undang-undang itu membahas tentang Wewenang dan Tanggung Jawab Konservasi Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air, dan Pengendalian Daya Rusak Air. Salah satu implementasi dari undang-undang ini adalah pemerintah melakukan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baik di tingkat pemerintah maupun pemerintah daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 pasal 5 mengisyaratkan negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang sehat, bersih, dan produktif. Tapi kenyataanya, penyediaan air ini belum merata ke seluruh wilayah, terutama daerah terpencil.

Peran masyarakat dalam memenuhi ketersediaan air bersih dan konservasi air berkelanjutan.


Masyarakat dapat melakukan beberapa hal misalnya, menampung air hujan. Dalam hal ini, kata “menampung” bukan berarti masyarakat secara langsung menampung air dalam wadah-wadah di rumah masing-masing. Menampung disini maksudnya, masyarakat diharapkan dapat membuat daerah resapan air untuk menangkap air hujan untuk diresapkan ke dalam tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat sumur resapan, resapan biopori, atau beberapa tempat penampungan skala besar seperti danau, waduk, situ, dan sungai. Sumur resapan dapat menampung air hujan yang jatuh dari atap ataupun di daerah kedap air dan kemudian meresap ke tanah. Biopori, selain dapat memperbanyak daya tampung air tanah juga dapat mengurangi air hujan yang mengalir langsung ke sungai sehingga dapat mencegah terjadinya banjir.

Upaya yang dapat kita lakukan untuk konservasi sumber daya air.


Kita harus melakukan suatu upaya agar air dapat digunakan secara efisien dan akan terus dapat dinikmati di masa mendatang. Beberapa diantaranya adalah:

1. Meningkatkan pelestarian dan perlindungan terhadap sumber daya air.


Kita dapat melakukan beberapa hal agar sumber daya air tetap lestari, salah satunya dengan tidak membuang sampah di sungai dan tidak menggunakan sungai sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan air tercemar sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

2. Menghemat penggunaan air.


Seringkali kita lupa saat menggunakan kamar mandi, kita lupa tidak menutup kran, kita lalai dalam menggunakan air sehingga banyak air yang terbuang begitu saja. Ada beberapa cara untuk menghemat penggunaan air, misalnya dengan menggunakan shower saat mandi. Memang ini hanya hal sepele namun hal ini dapat menghemat air hingga tiga kali lipat dibandingkan ketika kita mandi menggunakan gayung. Selain penggunaan shower kita juga dapat menghemat air dengan cara menampung air yang kita gunakan untuk berwudhu, air yang kita tampung itu nantinya dapat kita gunakan untuk menyiram tanaman. Cara lain untuk menghemat air adalah dengan mengurangi penggunaan air yang kurang bermanfaat seperti untuk bermain dan sebagainya.

3. Menjaga kelestarian hutan.


Hal ini dapat dilakukan dengan cara menanam tanaman atau tumbuhan penutup tanah, penanaman secara bergilir, reboisasi dan menerapkan sistem pertanian hutan. Seperti yang kita ketahui bahwa hutan adalah daerah resapan yang sangat baik. Akar pohon akan mengikat air hujan, sehingga saat kemarau tiba pohon ini nantinya dapat mengalirkan air hujan itu ke aliran sungai dalam bentuk air tanah.

Namun, seperti yang kita ketahui bersama saat ini kondisi hutan di Indonesia tidak sedang dalam kondisi baik, terutama daerah Kalimantan dan Sumatera. Kebakaran hutan dan lahan disana makin memperparah musim kemarau tahun ini. Hutan dan lahan yang terbakar menyebabkan kabut asap yang sangat tebal karena luas hutan dan lahan yang terbakar memang tidak sedikit. Bahkan ada daerah yang angitnya berubah menjadi merah seperti planet mars. Selain kabut asap, kebakaan hutan juga menyebabkan berkurangnya populasi flora dan fauna yang ada. Mereka mati karena ulah manusia.

Dengan adanya bencana kebakaran hutan dan lahan ini, pemerintah otomatis memerlukan air yang tidak sedikit. Lagi-lagi hal tersebut semakin memperparah kondisi saat ini, disaat masyarakat menangis karena sulitnya mendapat air karena kekeringan, disisi lain air juga diperlukan untuk memadamkan kebakaran.

Tujuan konservasi sumber daya air di Indonesia.


1. Konservasi sumber daya air dapat mencegah banjir.


Banjir disebabkan oleh sistem pengairan (drainase) yang tidak mampu menampung air hujan yang sangat deras ketika musim penghujan tiba. Curah hujan yang tinggi tidak diimbangi dengan kualitas sistem drainase yang memadai sehingga air hujan tidak mengalir dengan baik dan kemudian menyebabkan banjir. Hal ini semakin diperparah dengan banyaknya sampah yang dibuang sembarangan sehingga menyumbat aliran drainase. 

2. Konservasi sumber daya air dapat mencegah erosi dan sedimentasi.


Erosi adalah proses pengikisan permukaan bumi yang disebabkan oleh beberapa tenaga alam, salah satunya adalah pengikisan oleh air. Erosi yang disebabkan oleh pengikisan air biasanya dikarenakan kurangnya pohon sebagai penyokong tanah, maka dari itu kita harus menjaga hutan dan menanam pohon minimal satu orang satu bibit pohon agar erosi ini dapat berkurang.

Sedangkan sedimentasi adalah proses pengendapan material yang terbawa oleh air, angin, maupun gletser. Pengendapan ini dapat terjadi di darat, laut, maupun sungai. 

3. Konservasi sumber daya air dapat menjaga ketersediaan air di masa mendatang.


Konservasi sumber daya air ini diharapkan dapat mempertahankan ketersediaan air di alam agar tetap dapat dinikmati di masa mendatang, yakni dengan cara-cara yang telah dijelaskan di atas.

Apabila konservasi air dapat berjalan dengan baik, maka air dapat menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup di dunia. Air selain digunakan untuk minum, air juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan lainnya. Berikut adalah manfaat air bagi kehidupan manusia dalam aktivitas sehari-hari:


• Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.


Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Air digunakan sebagai pelarut yang membawa nutrisi ke seluruh tubuh (dalam darah; darah terdiri dari air), maka dari itu jangan sampai tubuh kita kekurangan cairan tubuh, jika hal ini terjadi maka tubuh kita akan mengalami dehidrasi, lemas, pingsan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Tubuh kita minimal harus mendapatkan suplai air sebanyak 8 gelas per hari agar kebutuhan cairannya terpenuhi, tetapi banyak orang yang belum menerapkan hal ini. Padahal, jika konsumsi cairan ini terpenuhi dengan baik kita akan mudah fokus dan lebih berkonsentrasi dengan apa yang sedang kita kerjakan.

• Air digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Air digunakan di hampir seluruh kegiatan sehari hari, ketika memasak, mencuci, dan mandi kita tentu saja sangat memerlukan air.

• Air digunakan dalam perekonomian masyarakat.


Indonesia adalah negara kepulauan, sebagian besar wilayahnya adalah terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut. Bagi masyarakat pesisir, laut merupakan mata pencaharian utama mereka. Di pedesaan pastinya banyak warga yang berprofesi sebagai petani. Seperti yang kita ketahui bahwa sawah hanya bisa ditanami padi ketika musim hujan karena saat musim hujan banyak tersedia air. Selain nelayan dan petani, ada juga masyarakat yang memanfaatkan air untuk dijual dalam bentuk air gallon isi ulang. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa air sangat penting peranannya dalam perekonomian masyarakat. 


Nama : Agustiningsih
Kelas  : 2 Ekonomi Syariah
Nim    : 1917201087
Tugas Essay Bahasa Indonesia

Posting Komentar untuk "KONSERVASI SUMBER DAYA AIR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KRISIS AIR BERSIH DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA AIR DI INDONESIA"

Berlangganan via Email