Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengalaman di Desa Pasir Panjang, Salem

Tahun 2008 nan Mas Ngademin pernah wira-wiri ke Salem. Jalan aspal mulai dari Bantarkawung sampai salem dulu tidak sebagus sekarang. Dengan diselimuti kabut dan udara dingin pagi hari yang bbbrrrrrr.

Pemandangan disetiap jalan sudah tidak diragukan lagi, mungkin ketika waktu itu Instagram sudah ada pasti nyong bakalan berhenti di spot-spot Instagramable yang ada disitu lalu posting. Namun, kala itu hanya ada Friendster dan Hp ne nyong juga masih polyphonik sehingga pemandangan indah tersebut hanya diabadikan lewat kenangan manis diotak saja.

Pasir Panjang, mampir ke sebuah warung untuk makan siang dengan menu favorit tempe oseng kecap dan ada cabe hijaunya. Tempe oseng kecap ini informasinya adalah masakan khas daerah sunda. Kelezatannya dan rasa manisnya begitu selaras dengan paras euis sang gadis asli Pasir Panjang yang pada waktu itu nyong kenal. Ihiiiirrr...

Pengalaman di desa pasir panjang salem
Peta desa pasir panjang

Euis nama panggilannya, tapi ternyata bukan nama aslinya. Gadis di sini kebanyakan dipanggil euis. Mungkin kependekan kata dari geulis yang artinya cantik. Ya memang mata Mas Ngademin masih sangat normal sekali ya, memang parasnya dek euis ini sungguh ehem sekali. Dan melirik disebelahnya adalah sepupunya juga tidak kalah geulisnya.

Seakan gusti Allah menciptakan pemandangan Desa Salem ini yang sangat kontras dengan penduduknya. Riuh dan hangat sambutannya, bahkan jika Mas Ngademin kemalaman sering sekali menginap di rumah warga yang saya kenal tentunya.

Menyusuri sungai dan masuk ke hutan Pasir Panjang disamping kiri jurang sekitar 3 meter dengan jalan setapak dan licin merupakan pengalaman yang luar biasa bisa menyusuri hutan disana.

Masyarakat sekitar sangat mengharapkan sekali air sungai sebagai irigasi atau drainase pengairan ke sawah-sawahnya. Dan juga terlihat beberapa warga memanfaatkan air sungai ini untuk membuat tambak dan tentu hasilnya bisa dijual. Ada beberapa warga juga yang menjual hasil kebun dan ternaknya ke Kota Cilacap, infonya sih jalannya lebih bagus dan lebih dekat.

Terlebih sekarang disana ada salah satu wisata yang keren abis, namanya adalah Kalibaya Park. Meskipun sensasinya menawarkan sesuatu yang mirip-mirip seperti wisata laiinya. Kalibaya Park merupakan icon baru wisata di Salem dan merupakan aset yang berharga bagi warga sekitar dan patut dijaga dan dipromosikan oleh kita tentunya agar terkenal.

Ternyata alam kita ini memberikan apa yang kita butuhkan lebih dari cukup. Semangat kita sebagai manusia harus merawatnya agar seimbang antara yang diambil dan yang dibiarkan untuk berkembang. Tentu semata-mata nanti akan diwariskan ke anak cucu kita.

Posting Komentar untuk "Pengalaman di Desa Pasir Panjang, Salem"

Berlangganan via Email