24 C
id

Kali Sirah, Tak Hanya Membasahi Masyarakat Dukuh Kweni

Tak hanya sejuk airnya untuk melepas dahaga. Airnya bening dan kesat saat diguyur ke badan. Letaknya yang berada di dataran tinggi dari desa Dukuh Kweni, Adisana, Bumiayu. Ya, Kali Sirah, sumber mata air kesayangan warga. Air yang memenuhi kebutuhan warga dari yang membasahi tenggorokan, sekujur tubuh dan kebersihan lainnya.

Kali Sirah mengaliri dukuh kweni

Dulu beberapa pohon beringin mengelilingi sumber mata air. Seiring usia pohon yang tua dan faktor alam satu persatu tumbang. Sekarang hanya tersisa satu. Aliran sungai dibawahnya mengalir, ricik-ricik bunyinya terdengar jelas bersama kicau burung dan gesekan dedaunan. Pancuran bambu petung deras mengalir dari balik batu-batu besar. Sekarang, aliran sungai itu hampir-hampir tanpa air. Diisi tumpukan tanah dan rumput liar. Wajar, jika hujan melebat aliran air tumpah mengikis aspal jalanan.

Dulu juga sebagian masyarakat belum memiliki WC dan kamar mandi sendiri. Warga melakukan MCK (Mandi Cuci Kakus) di WC umum, yang biasanya dekat dengan mushola. Berbeda dengan sekarang, hampir semua orang memiliki MCK sendiri. Belum lagi bangunan rumah-rumah baru. Jadi kebutuhan air lebih banyak dibagi. Sementara debit sumber air berkurang.

Jalan menuju kali sirah Adisana

Sejak tahun 2009 PNPM telah membangun tangki utama dan sub sub tangki per RT. Kemudian warga mencolok dari lubang yang di sediakan. Masing-masing pipa plastiknya dialirkan sesuai nomor dan nama. Pada kenyataanya tidak setertib itu dan banyak masalah di lapangan. Saat musim kemarau panjang, sedikit kesusahan air. Oleh sebab itu, perawatan bak dilimpahkan ke warga per RT. Warga dimintai uang perawatan yang murah meriah setiap minggu atau dengan cimitan beras.

Sejuk air dari sumber mata air akan berbeda dengan air kemasan. Air gratis yang diolah didapur masing-masing. Kemurniannya tak ada yang mengolah secara modern, jadi tidak tersentuh tekhnologi. Seperti dasar sifat air yang mengalir dari dataran tinggi ke dataran yang rendah. Jadi, ketika air masuk ke kamar mandi 24 jam tanpa mati. Tak heran jika bersama air mengalir hewan kecil seperti kepiting, bangkang dan lumut.

Perawatan dengan sering mengoroki pipa air untuk membuang kotoran, dan terkadang sambungan pipa yang copot di tengah jalan menjadi rutinitas ekstra. Ini yang kadang harus menampik mager. Meski demikian tidak bergantung pada listrik atau PDAM. Dan tidak membayar semahal dengan PDAM. Patutnya disyukuri, dijaga. Kali Sirah sumber mata air yang diandalkan. Selain tuk Bulakan yang lebih dekat dengan desa Penggarutan.

Air yang tak hanya menghidupi raga warga. Namun juga tanaman, hewan dan campuran untuk bangunan disekitarnya. Apalah artinya jika hidup tanpa air. Bak air yang membawa kesejukan warga untuk bermusyawarah, berbagi dan saling menyapa. Mengajak untuk gerak, bersosialisasi dan memecahkan masalah. Terimakasih Kali Sirah, terimakasih semesta.

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Admin
Admin Bumiayu merupakan kota kecil dimana saya dibesarkan. Perjalanan hidup ini tentu tidak akan melupakan semua jejak yang tertinggal di kota Bumiayu. Pernah menjelajahi seluruh desa di Kec, Salem adalah jejak yang luar biasa selama tiga tahun lamanya.

Posting Komentar

Ads Single Post 4